Warga Naga Timbul dan Lagau Seperang Terancam

Kondisi
tanggul Irigasi Sungai Begerpang terkatung-katung, sampai Minggu (22/4)
belum juga selesai dikerjakan. Orbit/Mberngap Ginting
Ratusan hektar sawah pertanian dua desa di Kecamatan Tanjungmorawa Deliserdang terancam tidak bisa tanam, akibat belum selesainya proyek tanggul irigasi yang sudah dua tahun dikerjakan. Warga minta instansi terkait untuk menyelesaikan kasus itu, padahal warga sudah dikutip dana.
Tanjung Morawa-ORBIT: Akibat proyek tanggul irigasi Sungai Begerpang yang dikerjakan Dinas PU Bina Marga secara swakelola belum juga selesai hingga kini, dikhawatirkan ribuan warga Desa Naga Timbul dan Lagau Seperang Kecamatan Tanjung Morawa yang mempergunakan irigasi itu terancam kelaparan.
Demikian diungkapkan sejumlah warga dua desa ini kepada Harian Orbit, saat ditemui secara terpisah Minggu(22/4) terkait tidak beresnya pengerjaan irigasi itu.
Pekerjaan proyek irigasi tanggul yang berada di Dusun V Kali Tawang Desa Naga Timbul, sudah berjalan selama dua tahun, namun pekerjaan itu sepertigapun belum ada terlihat selesai dikerjakan, bahkan pihak pelaksana terkesan separoh hati mengerjakannya.
Hal itu tidak diketahui apa kendalanya, atau mungkin karena pelaksana tidak memiliki dana untuk membeli material ataupun dana itu sudah habis dihampur-hamburkan, duga sejumlah warga.
Masih kata warga, bila dalam satu bulan ke depan tanggul irigasi itu tidak juga diselesaikan oleh perlaksana, maka warga sepakat untuk menutup tanggul, karena musim turun kesawah untuk tahun ini sudah terlambat.
Warga Dimintai Dana
Sementara itu informasi berkembang di masyarakat menyebutkan, sejumlah warga Naga Timbul maupun Desa Langau Seperang mengaku, mereka yang memiliki lahan dikenai biaya sebesar Rp 3000/rante, dana yang dikutip dari masyarakat dipergunakan untuk menganti lahan warga yang terkena perbaikan tanggul irigasi.
Ironisnya, perbaikan tanggul irigasi tersebut pemerintah tidak mengagarkan biaya, maka masyarakat petani juga yang dikenai biaya, sepengetahuan mereka setiap proyek pemerintah, saat pekerjaan masih dalam usulan, konsultan dari dinas terkait terlebih dahulu melakukan survey ke lokasi, ucap mereka.
Bila dihitung-hetung, luas areal yang ada di dua desa ini mencapai ratusan hektar dan setiap masyarakat yang memiliki lahan dikenai biaya untuk satu rante sebesar Rp 3000, bila biaya tersebut dikalikan dengan luas areal maka biaya tersebut mencapai puluhan juta, ucap salah seorang warga yang mengaku sudah memberikan biaya itu.
Tak Perlu Plank
Manurut para petani, untuk kepentingan memperbaiki tanggul irigasi itu sebenarnya tidak merasa keberatan dikutip dana, asalkan biaya itu benar-benar tidak ada diberikan pemerintah.
Namun warga menduga pengutipan dana itu hanya akal-akalan oknum pemerintah desa, buktinya berapa besar biaya untuk perbaikan tanggul irigasi dan nama pelaksananya tidak pernah kelihatan karena papan proyek dilokasi tidak pernah terlihat terpasang, jelas mereka.
Terkait kasus ini, warga berharap kepada pihak Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam dan Polres Deli Serdang sepatutnya turun kelokasi dan mempertanyakan kepada istansi terkait dan kepada Kepala Desa Naga Timbul, sebab bila masyarakat menanyakan kepada Rusli Purba sang Kepala Desa Naga Timbul sangat susah ditemui, ujar mereka.
Sementara Umar Daulay Serketaris Desa Naga Naga Timbul dikonfirmasi membenarkan adanya pengutipan dari para petani dan dana itu nantinya dipergunakan untuk membayar lahan masyarakat yang terkena tanggul irigasi.
hektar lahan ladang palawija warga di Desa Naga Timbul, Lagau Seperang
Kecamatan Tanjung Morawa, terancam, akibat pekerjaan proyek tanggul
irigasi, terbengkalai. Proyek perbaikan irigasi tanggul yang berada di
Dusun V Kali Tawang Desa Naga Timbul, sudah berjalan selama dua bulan,
namun progres pekerjan belum memperlihatkan tanda tanda perbaikan.
Pelaksana pekerjaan yang dilakukan secara swakelola melakukan
pengutipan biaya dari warga Rp 3000 per rante.<br /><br />Disebutkan, biaya
dipakai untuk kepentingan memperbaiki tanggul irigasi. Warga disana
tidak ada yang merasa keberatan atas pengutipan yang dilakukan pihak
pelaksana pekerjan itu. Pengutipan itu dilakukan oknum aparat Desa Naga
Timbul.<br /><br />Serketaris Desa Naga Timbul Umar Daulay, membenarkan
adanya pengutipan kepada para petani. Dana yang terkumpul akan
dipergunakan untuk biaya pembayaran lahan masyarakat yang terkena
tanggul irigasi.<br /><br />Secara terpisah, kepala Seksi Jalan dan
Jembatan Dinas PU Pemkab Deli Serdang, Khairum Reza, pelaksana
perbaikan tanggul irigasi itu dikerjakan secara swakelola. Terpaik aksi
pengutipan yang dilakukan aparat desa disana, diluar sepengetahuan
pihaknya.<br /><br />Terkait keterbengkalainya pekerjan perbaikan tanggul
itu. Khairum, menyatakan itu metode kerja, soalnya pekerjan
memperhitungkan factor cuaca. Namun demikian pekerjan akan terus
berlanjut dikerjakan."dihentikan untuk mempertimbangkan factor curah
hujan, akan tetap dikerjakan,"katanya

0 komentar:
Posting Komentar